Firmware adalah system operasi pada alat-alat elektronik yang memungkinkan alat tersebut untuk bekerja secara maksimal. Firmware bisa di dapati pada perangkat seperti remote kontrol, kalkulator, perangkat jaringan woreless, modem, dll. Bahkan perangkat teknologi tinggi seperti handphone, camera digital bahkan mainboard juga memiliki firmware yang memungkinkan mereka menjalankan fungsi utamanya. Tidak ada pembatas yang pasti antara firmware dengan software, tetapi perbedaannya firmware berada pada posisi low level yang berhubungan langsung dengan hardware, yang terkadang software mendeteksinya sebagai bagian dari hardware. Sedangkan software hanya berada pada posisi high level saja. Firmware pertama kali di pakai oleh Ascher Opler pada artikel DATAMATION, pada tahun 1967. Setelah itu kata-kata firmware sering digunakan untuk denote ROM-resident, termasuk BIOS, Bootstrap loaders. Jadi pada intinya tidak ada satu alat elektronikpun yang tidak memiliki firmware. Kita lihat contohnya TV digital. Ketika kita nyalakan TV digital perubahan dari arus listrik menjadi tampilan Visual merupakan pekerjaan rangkaian elektronik yang notabenenya kerjasama beberapa IC dan perangkat lainnya. Tetapi pada TV firmwarenya merupakan firmware FIX yang tidak bisa di update. Saat sekarang banyak perangkat yang sudah memungkinkan usernya untuk mengupdate firmwarenya secara manual, lihat saja contohnya mainboard, wireless access point, handphone, portable musicplayer. Beberapa perangkat diatas memungkinkan kepada user yang mahir untuk mengupdate firmwarenya, dan vendor juga menyediakan firmware update untuk produk mereka. Bahkan pada beberapa perangkat ada yang memungkinkan orang lain untuk mengembangkan firmware untuk Chip produk mereka. seperti contohnya Wireless Access Point Linksys dengan firmware ddwrtnya.